loading...

Tentang Motivasi Belajar

Tentang Motivasi Belajar - Motivasi adalah suatu stimulus atau dorongan dari dalam maupun dari luar siswa untuk belajar secara aktif. Sardiman (2012:102) menyatakan bahwa motivasi berpangkal dari kata “motif”, yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Motivasi memiliki tiga komponen utama, yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang mereka miliki dengan apa yang mereka harapkan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan dan pencapaian tujuan. Dorongan yang berorientasi pada tujuan merupakan inti dari pada motivasi. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa motivasi adalah segala dorongan yang ada pada seseorang untuk melakukan sesuatu demi tercapainya suatu tujuan yang dikehendakinya.

Motivasi belajar mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar seseorang. Motivasi belajar merupakan satu diantara faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses belajar, karena tanpa adanya motivasi mustahil seorang siswa dapat berhasil dalam belajar. Motivasi belajar menurut Uno (2012:23) adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Indikator dari motivasi belajar dapat diklasifikasikan, menjadi:

a. Adanya hasrat dan keinginan berhasil.
b. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.
c. Adanya harapan atau cita-cita masa depan.
d. Adanya penghargaan dalam belajar.
e. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.
f. Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

Motivasi yang ada dalam diri seorang siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan fungsi motivasi menurut Hanafiah dan Suhana (2010:26) menyatakan bahwa motivasi merupakan alat untuk mempengaruhi hasil belajar peserta didik.

Setiap kegiatan yang dilakukan pasti didasari oleh adanya motivasi, dan motivasi telah bertalian dengan tujuan. Sehubungan dengan hal tersebut ada tiga fungsi motivasi yang disebutkan oleh Sardiman (2012:85), yaitu:

a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberiakan arah dari kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan secara serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Fungsi motivasi belajar menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:97-100) adalah sebagai berikut:

a. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
b. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.
c. Mengarahkan kegiatan belajar.
d. Membesarkan semangat belajar.
e. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (di sela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang berkesinambungan.

Dengan menggabungkan pendapat para ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa fungsi motivasi dalam kegiatan belajar adalah sebagai pendorong, penggerak, penyeleksi perbuatan, dan mengarahkan kegiatan belajar, membesarkan semangat dan menyadarkan tentang adanya proses belajar yang berkesinambungan demi tercapainya tujuan.

Djamarah (2008:152) menjelaskan ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar yaitu :

a. Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar.
b. Motivasi intrinsik lebih utama daripada motivasi ekstrinsik dalam belajar.
c. Motivasi berupa pujian lebih baik daripada hukuman.
d. Motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan dalam belajar.
e. Motivasi dapat memupuk optimisme dalam belajar.
f. Motivasi melahirkan prestasi dalam belajar.

Dari pendapat para ahli yang telah dipaparkan penulis menarik kesimpulan bahwa motivasi belajar memiliki peranan yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Jika tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Supaya peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi belajar tidak hanya sekedar diketahui, namun perlu diterapkan dalam proses pembelajaran. Ada beberapa prinsip-prinsip motivasi seperti yang telah uraikan dari beberapa pendapat di atas, yaitu motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong sesorang untuk belajar, motivasi berupa pujian lebih baik daripada hukuman, motivasi dapat memupuk optimisme dalam belajar, motivasi melahirkan prestasi dalam belajar, dan motivasi muncul karena adanya tujuan.

e. Bentuk-bentuk Motivasi dalam Belajar

Dalam perkembangannya, terdapat berbagai macam motivasi. Sardiman (2012: 89-91) membagi motivasi belajar menjadi dua yaitu:

a. Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Contohnya minat, kesehatan, bakat, disiplin dan intelegensi.
b. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena ada perangsang dari luar. Contohnya keluarga, fasilitas, jadwal, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Beberapa siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Terkadang sebagian siswa aktif belajar bersama dan sebagian lagi dengan berbagai sikap dan perilaku yang terlepas dari kegiatan belajar dikelas. Keadaan yang bertentangan ini menggambarkan kondisi kelas yang kurang kondusif. Sebagai guru tidak boleh tinggal diam menghadapi kondisi kelas yang seperti ini. Peranan motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Sebagai guru hendaknya bisa menumbuhkan motivasi anak didik dengan cara yang tepat. Sardiman (2012:92) menjelaskan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi anak didik dalam kegiatan belajar di sekolah yaitu: (a) memberi angka, dalam hal ini angka sebagai simbol dari nilai kegiatan pembelajaran; (b) hadiah; (c) saingan/kompetisi, persaingan baik individu maupun kelompok dapat memotivasi siswa untuk berprestasi; (d) Ego-involvement, dengan menumbuhkan kesadaran terhadap anak agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan adalah salah satu bentuk motivasi yang sangat penting; (e) memberi ulangan, siswa akan menjadi giat belajar jika mengetahui akan ada ulangan; (f) mengetahui hasil, dengan mengetahui hasil belajar apalagi jika terjadi kemajuan akan memotivasi siswa untuk giat belajar; (g) pujian, dengan pujian akan meningkatkan gairah belajar dan membangkitkan harga diri; (h) hukuman, hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi jika diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi; (i) hasrat untuk belajar, berarti ada unsur kesengajaan dan ada maksud untuk belajar; (j) minat, proses pembelajaran akan berjalan lancar bila disertai dengan minat; (k) tujuan yang diakui, siswa akan termotivasi untuk belajar jika mengetahui tujuan/ pentingnya materi yang akan ia pelajari.

De Decce dan Grawford (Djamarah, 2008:169) menyebutkan ada empat upaya yang dapat dilakukan guru sebagai pengajar yang berhubungan dengan cara pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar anak didik yaitu :

a. Guru harus dapat menggairahkan anak didik.

Guru hendaknya menghindari kegiatan yang monoton dan terus menerus dalam proses pembelajaran, sehingga menyebabkan anak didik merasa bosan. Guru harus memelihara minat anak didik dengan memberikan kebebasan tertentu dalam situasi belajar dan menggunakan metode pembelajaran yang menarik.

b. Memberi harapan realistis

Guru perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keberhasilan atau kegagalan akademis setiap peserta didik. Sehingga guru dapat memelihara harapan-harapan anak didik yang realistis dan memodifikasi harapan-harapan yang kurang atau tidak realistis.

c. Memberi insentif

Guru diharapkan dapat memberikan hadiah kepada anak didik yang mengalami keberhasilan dapat berupa pujian, angka yang baik, dan sebagainya.

d. Mengarahkan perilaku anak didik

Mengarahkan anak didik adalah tugas guru. Guru dituntut untuk dapat memberikan respon terhadap anak didik yang pasif, tidak ikut serta dalam pembelajaran, anak didik yang gaduh dengan cara memberikan teguran yang arif dan bijaksana. Mengingat demikian pentingnya motivasi belajar bagi siswa dalam kegiatan belajar. Maka guru diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.

Banyak cara yang dapat digunakan guru untuk membangkitkan motivasi belajar siswanya, yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, menumbuhkan rasa ingin tahu siswa, membangkitkan minat belajar, memberikan hadiah, pujian, dan membantu siswa merumuskan tujuan belajar.

0 Response to "Tentang Motivasi Belajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel