Tentang Minat Belajar

Tentang Minat Belajar. Menurut Hidi dan Renninger (dalam Lestari, 2007 : 33 - 34) mengemukakan berbagai pengertian minat sebagai berikut :

1. Minat pribadi

Minat pribadi memberikan pengertian sebagai suatu ciri pribadi individu yang merupakan disposisi abadi yang relative stabil. Minat pribadi ini umumnya ditujukan pada suatu kegiatan khusus, misalnya minat khusus pada olahraga, ilmu pengetahuan, musik, tarian dan komputer.

2. Minat situasional

Minat situasional merupakan minat yang ditimbulkan oleh kondisi atau faktor – faktor lingkungan. Minat situasional berbeda dari sekedar keingintahuan seseorang karena minat ini berkaitan dengan sesuatu yang sangat spesifik, dan bukan hanya merupakan gambaran struktural dari sesuatu hal atau lingkungan.

3. Minat sebagai keadaan psikologis

Minat sebagai keadaan psikologis menggambarkan pandangan yang interaktif dan berkaitan dengan minat, pada saat minat pribadi saling berinteraksi dengan lingkungan untuk menghasilkan suatu keadaan psikologis dari minat pada diri seseorang.

Dari uraian teori di atas, penulis dapat menyipulkan bahwa minat merupakan dorongan dari dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara selektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, lama kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya. Dilain pihak, jika kepuasan berkurang maka minat seseorangpun akan berkurang.

Minat berperan penting dalam kehidupan seseorang dan berpengaruh besar pada tingkah laku dan sikap seseorang. Menurut Hurlock (dalam Lestari, 2007 : 37), ada empat cara minat mempengaruhi perkembangan anak, yaitu sebagai berikut :



1. Minat dapat mempengaruhi bentuk dan intesitas dan aspirasi

Minat tersebut anak mulai memikirkan tentang masa depan maka anak akan mencoba menentukan tujuan dan sasaran yang akan dicapai dan dilakukan jika ia akan bertamba besar.

2. Minat dapat sebagai pendorong

Anak yang berminat pada suatu kegiatan (apakah bermain atau belajar) akan lebih berusaha untuk melakukan kegiatan dengan baik dari pada anak yang tidak mempunyai minat pada kegiatan tersebut.

3. Minat berpengaruh pada prestasi

Anak berminat pada suatu pelajaran, akan belajar dan berusaha supaya mendapat nilai yang lebih baik. Minat dapat menimbulkan rasa senang pada setiap kegiatan yang dipilih.

4. Minat berkembang pada masa kanak – kanak dapat menjadi minat selamanya.

Anak yang selalu melakukan kegiatan yang berkaitan dengan minatnya lama – kelamaan akan timbul kebiasaan dan akan terus bertahan menjadi minat selamanya.

Untuk megetahui bagaimana minat seseorang berkembang, menurut (lestari 2007 : 40) perlu diketahui aspek – aspek minta yakni :

1. Aspek Kognitif

Aspek ini sangat berkaitan dengan pengelaman seseorang. Pengelaman yang telah diperoleh dari rumah, sekolah, masyarakat, dan media masa berbeda. Dari semua pengelaman inilah anak belajar apa yang dapat dan tidak memuaskannya.

2. Aspek Inofatif

Aspek ini berkaitan dengan suasana hati, merupakan konsep yang diekspresikan dalam sikap melalui kegiatan yang diminatnya.

Perkembangan minat memiliki karakteristik – karateristik tertentu sebagai berikut :

1. Minat berkembang sejalan dengan perkembangan fisik dan mental

2. Minat sangat bergantung dengan kesiapan belajar (misalnya anak tidak akan berminat pada bermain lompat tali apabila anak belum dapat mengkoordinasikan gerak otot - ototnya).

3. Minat bergantung pada kesempatan untuk belajar, dan berkesempatan untuk belajar bergantung pada lingkungan serta minat dari anak maupun orang dewasa di sekitarnya.

4. Perkembangan minat mungkin saja terbatas, tergantung dari kemampuan fisik, mental serta pengelaman sosial anak.

5. Minat dipengaruhi oleh budaya karena anak belajar dan memperoleh pengelaman melalui keluarga, guru dan orang dewasa lain yang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh budayanya.

6. Minat dipengaruhi oleh faktor emosi atau suasana hati.

7. Minat bersifat egosentris, hal ini dapat dilihat pada masa kanak – kanak.

Menurut Mikarsa, (2007 : 33), mengemukakan berbagai kondisi yang membuat perubahan minat anak pada sekolah dimasa perkembangan usia SD. Kondisi tersebut merupakan sebagai berikut :

1. Pengelaman anak pada masa awal sekolah

Anak yang siap baik secara fisik maupun intelektual untuk sekolah akan memiliki sikap positif pada sekolah dibandingkan dengan anak yang belum siap.

2. Pengaruh orang tua dan kakak

Sikap orang tua dan kakak terhadap pendidikan, belajar, mata pelajaran tertentu maupun terhadap guru akan sangat berpengaruh pada anak.

3. Sikap teman sebaya

Pada anak –anak SD ternyata minat dan sikap pada sekolah maupun kegiatan sekolah yang dipilih anak banyak dipengaruhi oleh sekelompok teman sebayanya. Agar dapat diterima kelompoknya, anak akan menerima dan memilih minat dan nilai –nilai yang dianut kelompoknya.

4. Prestasi yang baik

Besar pengaruh keberhasilan akademik pada sikap anak terhadap sekolah, sangat tergantung pada niai yang dianut oleh kelompok teman sebaya.

5. Sikap terhadap tugas

Selama sekolah dianggap sebagai suatu hal yang utama bagi anak maka anak akan berminat kepada sekolah dan segala tugas yang harus diselesaikan bukan merupakan masalah yang besar bagi anak. Namun, semakin tinggi kelas yang diduduki anak, semakin banyak pula tugas yang harus dikerjakan.

6. Hubungan guru dengan siswa

Besarnya minat anak pada sekolah, juga tergantung bagaimana sikap anak pada gurunya. Pengelaman yang kurang menyenangkan dengan guru pun dapat menimbulkan sikap yang negatif terhadap guru dan sekolah, misalnya guru dan sekolah yang suka member hukuman tertentu tanpa sebab-sebab yang jelas akan membuat anak tidak suka pada sekolah dan gurunya.

7. Suasana emosional di sekolah

Suasana emosional di sekolah dipengaruhi oleh sikap guru dan macam disiplin yang diterapkan di sekolah tersebut. Guru yang memiliki hubungan yang baik dengan siswanya dan menerapkan disiplin yang otoritatif akan mengakibatkan sikap yang positif pada diri anak, berbeda dengan sikap guru yang otoriter dalam mengontrol situasi kelas.

Selanjutnya Mikarsa, (2007 : 58), mengemukakan berbagai kondisi yang mengakibatkan minat anak berkurang pada sekolah adalah sebagai berikut :

1. Fobia sekolah

Fobia sekolah adalah ketekunan yang luar biasa untuk berada disekolah. Bentuk ketekunan ini irasional. Anak menghindar dari sekolah atau menolak pergi kesekolah dengan alasan bermacam –macam. Misalnya menghindari sekolah dengan alasan sakit. Apa pula menghindari sekolah dengan cara menjelek-jelekan keadaan sekolah.

2. Membolos

Membolos artinya tidak masuk sekolah tanpa sebab – sebab yang jelas dan tanpa ijin dari orang tua atau pimpinan sekolah.

3. Tingkah laku yang mengganggu

Jika anak bosan maka ia dapat menjadi anak yang bermasalah. Tidak jarang dikelas dan disekolah ia membuat keonaran yang juga membuat pihak sekolah memanggilnya, bahkan orang tuanya.

4. Underachiever

Anak yang bosan pada sekolah atau tidak berminat pada sekolah akan berprestasi di bawah atau tidak sesuai dengan tingkat kemampuan atau potensinya.

0 Response to "Tentang Minat Belajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...