Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak


Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak. Pada hakikatnya tidak ada keterbatasan sumber daya manusia untuk belajar, namun disisi lain lingkungan seringkali menjadi keterbatasan sumber daya alam itu terjadi dalam belajar. Oleh karena itu, system belajar dalam seluruh spektrum kehidupannya perlu diubah, bila kita hendak meningkatkan motivasi belajar subyek didik. “Proses belajar bukan proses membeo,” menghafal dan merespon, secara efektif, namun merupakan suatu proses perencanaan dalam kebersamaan dengan guru atau orang tua. Membentuk konsep secara wajar dengan belajar mengelola sendiri perolehannya akan membentuk kesadaran pada peserta didik yang tumbuh dari dalam dirinya untuk semakin mendiri dan semakin tidak memerlukan bantuaan dalam soal belajar.

Kepedulian tentang perkembangan manusia di dalam kehidupan keluarga Indonesia, dengan konsep yang bersifat komprehensif telah dimulai deri beberapa dekade yang lalu, melalui berbagai usaha peningkatan pengetahuan, kesadaran, keterampilan, dan sikap anggota keluarga secara menyeluruh dan terpadu dengan memerhatikan dengan semua aspek fisik, mental, spiritual, dan social.

Menurut Lestari (2007:58), mengemukakan bentuk-bentuk perwujudan peran yang diharapkan dari orang tua dalam pelaksanaan bimbingan pada anak sekolah dasar, sangat bergantung pada faktor pengetahuan dan kesadaran akan pendidikan anak, dipihak lain bergantung juga pada inisiatif sekolah sekolah serta dukungan sistem dan kesepakatan antara kedua belah pihak. Bentuk-bentuk peran yang diharapkan dalam rangka pelaksanaan pendidikan adalah sebagai berikut:


a. Mengadakan konsultasi

Orang tua mengadakan komunikasi dengan sekolah terutama guru, baik diminta oleh pihak sekolah maupun tidak, untuk mengetahui perkembangan anak. Orang tua mengadakan kosultasi dengan guru atau orang-orang yang kompeten lainnya untuk lebih memahami anaknya dan memberi bantuan yang diperlukan demi kemajuan dan keberhasilan belajar anak.

b. Memberi balikan

Orang tua sayogianya memberi balikan kepada guru tentang aktifitas belajar dan kemajuan belajar yang dicapai oleh anak.

c. Menjadi sumber belajar

Orang tua yang memiliki kemampuan, keahlian dan keterampilan tertentu, bisa berperan sebagai sumber belajar atau latihan bagi siswa.

d. Berbagi informasi

Ada kalah orang tua siswa adalah seorang yang terpelajar, mungkin berprofesi sebagai guru, sarjana psikologi, atau ahli pertanian. Biasanya kaum terpelajar seperti ini sangat peduli terhadap pendidikan, mereka suka membaca dan berdiskusi tentang isu-isu atau masalah-masalah pendidikan. Para guru mengambil inisiatif untuk berbagi pendapat dan informasi tentang karakteristik anak dan cara membelajarkan anak.

e. Mengetahui jadwal belajar

Orang tua harus mengetahui jadwal kegiatan belajar dan kegiatan lainnya yang diikuti oleh anak di sekolah.

f. Mengetahui kondisi sekolah

Orang tua tidak hanya cukup mengetahui bahwa anaknya belajar di sekolah tertentu tanpa mengetahui bagaimana sesunggunya kondisi fisik dan lingkungan sekolah anaknya.

g. Berdialog dengan anak

Baik orang tua maupun anak, memiliki kebutuhan yang saling mengetahui dan saling memperhatikan bagaimana tugas atau aktivitasnya masing-masing. Pada waktu-waktu tertentu orang tua harus mengambil inisiatif untuk berdialog dengan anaknya, menanyakan bagaimana kegiatan belajara baik disekolah maupun dirumah.

h. Memberi ganjaran atau balikan kepada anak

Sering kali seorang anak merasa senang dan meminta ganjaran atau balikan dari orang tuanya atas keberhasilan atau kegagalan belajar yang dicapainya. Orang tua harus senang manakala anaknya menunjukkan keberhasilan dan sewajarnyalah memberi ganjaran yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

i. Memberi bantuan atau dukungan yang dibutuhkan oleh anak

Pada saat-saat tertentu anak mengalami kesulitan, hambatan dan kendala tertentu baik dalam rangka kegiatan belajar maupun kegiatan sosial pribadinya. Orang tua sebaiknya memberi bantuan dan atau dukungan yang diperlikan oleh anak.

j. Mengembangkan kebiasaan belajar yang baik

Pada masa sekolah, seorang individu pada dasarnya tengah mengembangkan karakter dasar atau kepribadian melalui proses kebiasaan.

k. Berupaya memenuhi perlengkapan belajar

Tak ada ongkos pendidikan yang gratis. Iuran sekolah mungkin tidak ada, akan tetapi untuk keperluan lainnya seperti buku dan peralatan yang memerlukan biaya yang kadang-kadang tidak sedikit.

l. Menerima dan menghargai individualitas anak

Anak bukan miniatur orang tuanya, anak bukan individu setengah jadi melainkan seorang individu yang utuh yang tengah berkembang. Sebagai individu, setiap anak mempunyai karakteristik tertentu, unik dan berbeda dengan yang lainnya. Dia memiliki kelebihan-kelebihan dan sekaligus kelemahan-kelemahan atau kekurangannya. Anak memiliki hak untuk berkembang dan mengembangkan bakat dan minat yang dimilikinya.

m. Memperlakukan anak sesuai dengan norma sosial

Sekalipun setiap orang tua memiliki keinginan untuk menjadikan anaknya sebagai manusia yang lebih berkualitas dan lebih berhasil jika dibandingkan dengan apa yang dicapai oleh dirinya sendiri, namun sering kali orang tua lengah dan tidak sadar memberi contoh-contoh perbuatan yang tidak sesuai dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat atau bertentangan dengan apa yang ditanamkan di sekolah.

0 Response to "Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak"

Post a Comment

loading...

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel