Kriteria Produk Multimedia Pembelajaran

Kriteria Produk Multimedia Pembelajaran. Sebelum produk multimedia digunakan oleh pengguna akhir (end-user), maka perlu dilakukan pengujian atau penilaian terlebih dahulu. Penilaian tersebut didasarkan pada berbagai kriteria penilaian multimedia pembelajaran. Newby, et al (2000: 116-117) menyatakan ada tiga hal yang dapat menjadi kriteria untuk menilai multimedia, yaitu: (1) metode pembelajaran, yaitu teknik dan prosedur yang digunakan untuk menyajikan pesan belajar (kerjasama, game, presentasi atau diskusi, (2) media, yaitu media yang digunakan dalam pembelajaran apakah menarik minat siswa (video, teks, gambar, dan animasi), dan (3) material, yaitu isi pembelajaran yang meliputi motivasi, orientasi, informasi, aplikasi, dan evaluasi.

Beberapa pendapat yang memberikan gambaran dari masing-masing aspek penilaian (pembelajaran, materi dan media) kualitas multimedia yaitu sebagai berikut:

1) Aspek materi

Hackbarth (1996: 85) menjelaskan kriteria kualitas multimedia pembelajaran dari aspek materi meliputi enam hal, yaitu: (1) materinya sesuai dengan tujuan pembelajaran, (2) materinya sesuai dengan pengguna, (3) materinya up-to-date, (4) materinya cukup mendalam, (5) materinya cocok untuk semua jenis kelamin, ras, dan agama, dan (6) memberikan sumber lain untuk referensi.

Pendapat lain disampaikan oleh Heinich et al. (1996: 47) bahwa dari aspek materi untuk mengetahui kriteria kualitas multimedia berbasis komputer meliputi sembilan hal, yaitu: (1) materinya sesuai dengan kurikulum, (2) materinyanya akurat dan baru, (3) menggunakan bahasa ringkas dan jelas, (4) dapat membangkitkan motivasi siswa, (5) mengajak partisipasi siswa, (6) memiliki kualitas teknik yang baik, (7) teruji keefektifannya, (8) bebas dari pembiasan, dan (9) memberikan petunjuk penggunaan atau sumber lain yang dilampirkan.

Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh kualitas multimedia pembelajaran yang baik dari aspek materi, dalam penyusunan desain materi pembelajaran, perlu memegang prinsip-prinsip dasar desain instruksional agar menghasilkan materi pembelajaran yang efektif, detail dan terinci, termaksud didalamnya proses dan bentuk evaluasinya yang harus dilakukan. Mendesain media pembelajaran, yang perlu didesain terlebih dahulu adalah kandungan materi pembelajaran, karena materi pembelajaran merupakan inti dari keseluruhan media yang ingin dibangun.

2) Aspek media

Philips (1997: 31-33) memberikan kriteria kualitas multimedia pembelajaran yang ideal dari aspek media, yaitu: (1) discursive, (2) adaptive, (3) interactive, dan reflective. Newby et al. (2000: 108) menjelaskan beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam aspek media untuk mengetahui kualitas multimedia, yaitu: (1) melibatkan partisipasi siswa dalam penggunaanya, (2) memberikan kebebasan terhadap gaya belajar siswa, misalnya yang kurang jelas membaca dapat mendengarkan narasinya, (3) dapat melatih hampir semua domain pembelajaran (kognitif, afektif dan psikomotor), (4) dapat membangkitkan motivasi dengan komposisi warna, grafis, suara, musik, animasi dan video yang tepat, (6) lebih interaktif dengan menggunakan tombol-tombol yang disediakan dengan memberikan respon pada siswa, (7) konsistensi penampilan dan (8) dapat dikontrol siswa sesuai dengan kecepatan berpikirnya.

Mulyanta (2009: 3) menjelaskan kriteria media yang baik meliputi empat hal utama, yaitu: (1) sesuai dengan kebutuhan belajar (2) mudah dimengerti, dipelajari atau dipahami oleh peserta didik, (3) menarik maupun merangsang perhatian siswa, baik tampilan, pilihan warna maupun isinya, (4) mengandung manfaat bagi pemahaman materi pembelajaran.

Berdasarkan pendapat ahli di atas, disimpulkan bahwa kriteria kualitas multimedia pembelajaran yang baik dari aspek media harus sesuai dengan kebutuhan belajar, rencana kegiatan belajar, program kegiatan belajar, tujuan belajar dan karakteristik siswa. Multimedia dapat dijadikan sebagai alat untuk memvisualisasikan materi ajar yang bersifat abstrak sehingga siswa dapat memahami pelajaran dengan mudah. Multimedia pembelajaran dapat pula dijadikan sebagai sumber belajar siswa, artinya multimedia berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari para siswa baik individual maupun kelompok. Dengan demikian akan banyak membantu tugas guru dalam kegiatan mengajarnya.




Baca Juga:
Komponen Multimedia Pembelajaran
Teori Belajar yang Mendasari Pembelajaran Multimedia

Manfaat dan Peran Multimedia dalam Pembelajaran

3) Aspek pembelajaran

Azhar Arsyad (2003: 70-72) memberikan sepuluh hal penting yang harus diperhatikan dalam menentukan kriteria produk multimedia dari aspek pembelajaran, yaitu: (1) pemberian motivasi, (2) memperhatikan perbedaan kemampuan individu, (3) memberikan tujuan pembelajaran, (4) pengorganisasian materi dan prosedur yang baik, (5) siswa memiliki kemampuan yang dibutuhkan sebelumnya, (6) memberikan partisipasi siswa, (7) memberikan umpan balik, (8) memberikan penguatan, (9) memberikan latihan, dan (10) membantu penerapan dalam kehidupan.

Wahono menjelaskan beberapa kriteria penilaian multimedia interaktif dari aspek pembelajaran, yaitu: (1) kejelasan tujuan pembelajaran (rumusan, realistis), (2) relevansi tujuan pembelajaran dengan SK/KD/Kurikulum, (3) cakupan dan kedalaman tujuan pembelajaran, (4) ketepatan penggunaan strategi pembelajaran, (5) interaktivitas, (6) pemberian motivasi belajar, (7) kontekstualitas dan aktualitas, (8) kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar, (9) kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran, (10) kedalaman materi dan kemudahan untuk dipahami, (11) kejelasan uraian, pembahasan, contoh, simulasi, latihan, (12) konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran, (13) ketepatan dan ketetapan alat evaluasi, (14) pemberian umpan balik terhadap hasil evaluasi (Waryanto, 2008: 6).

Penjelasan para ahli di atas, disimpulkan bahwa dalam mendesain multimedia pembelajaran harus sesuai dengan tujuan-tujuan instruksional pembelajaran yang ditetapkan, berisikan unsur pemahaman, aplikasi, dan analisis. Penggunaan multimedia pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa.

0 Response to "Kriteria Produk Multimedia Pembelajaran"

Post a Comment

loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel