Bentuk Perhatian Orang Tua

Bentuk Perhatian Orang Tua. Orang tua harus memperhatikan dan memenuhi kebutuhananaknya, baik kebutuhan jasmani ataupun kebutuhan rohani. Perhatianorang tua terhadap anaknya dapat terlihat dari banyak hal. Bagus Santoso (2010: 17-27) membagi perhatian orang tua terhadap anaknyadalam beberapa hal, yaitu:

a) Pemenuhan kebutuhan anak

Sebagaimana manusia lainnya, anak memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar.Katz (Abu Huraerah, 2007: 38-39) menyatakan bahwa kebutuhan dasar yang sangat penting bagi anak adalah adanya hubungan yang sehat antara orang tua dan anak, sehingga kebutuhan anak. seperti: perhatian dan kasih sayang secara kontinu,perlindungan, dorongan dan pemeliharaan dapat dipenuhi olehorang tua. Senada dengan hal tersebut, Suharto (Abu Huarerah,2007: 39) menyatakan bahwa untuk menjamin pertumbuhanfisiknya, anak membutuhkan makanan bergizi, pakaian, danperawatan kesehatan. Selain itu, Musthafa Kamal Pasha, dkk. (2009: 314-315) mengemukakan bahwa sebagai konsekuensi yang pertamabagi seseorang yang telah berani berkeluarga adalahbertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga yang berada dibawah tanggung jawabnya. Tanggung jawab orang tua yangpertama adalah mengayomi dan melindungi keluarga sehinggakebutuhanpangan, sandang, papan dan kesehatan akantercukupi.Selanjutnya, Mashlow (Slameto, 2013: 171-172)membagi kebutuhan manusia menjadi tujuh tingkatan, yaitu:

1) Kebutuhan fisiologis, merupakan kebutuhan manusiayang paling dasar. Kebutuhan ini meliputi makanan,pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan penting lainnyauntuk bertahan hidup.
2) Kebutuhan rasa aman, merupakan kebutuhan akan rasaaman pada lingkungan tempat tinggal, terlindungi daribahaya penyakit, peperangan dan perlakuan yang tidak adil.
3) Kebutuhan rasa cinta, merupakan kebutuhan afeksi danpertalian dengan orang lain.
4) Kebutuhan atas penghargaan, merupakan kebutuhanrasa berguna, penting, dihargai, dikagumi, dandihormati oleh orang lain. Secara tidak langsung, inimerupakan kebutuhan akan perhatian, status, martabatdan ketenaran.
5) Kebutuhan atas akulturasi diri, merupakan kebutuhanuntuk mengembangkan diri dan merealisasikan potensiyang dimiliki.
6) Kebutuhan mengetahui dan mengerti, merupakankebutuhan untuk memuaskan rasa ingin tahunya untukmendapatkan pengetahuan dan mengerti sesuatu.
7) Kebutuhan estetik, merupakan kebutuhan akanketeraturan, kelengkapan dan keseimbangan dari suatutindakan.

b) Pemenuhan fasilitas belajar anak

Tatang M. Amirin, dkk. (2011: 76) mengemukakanbahwa fasilitas merupakan sarana dan prasarana yangdibutuhkan dalam melakukan atau untuk memperlancar suatukegiatan. Fasilitas belajar merupakan alat atau benda yangdapat mendukung kegiatan belajar anak, dengan adanyafasilitas belajar, anak akan lebih bersemangat untuk belajar,sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.Fasilitas belajar akan sangat membatu anak dalamkegiatan belajarnya. Fasiltitas belajar bisa berupa alat belajar,tempat belajar, dan benda yang dapat mendukung kegiatanbelajar anak seperti: sepatu, tas, baju seragam, dan sebagainya.Kurangnyapemenuhan fasilitas belajar dapat menghambatkegiatan belajar anak. Apabila orang tua menyediakanbeberapa fasilitas belajar tersebut maka anak akan lebihsemangat dan nyaman dalam belajar. Oleh karena itu, orang tuaharus berusaha memenuhi fasilitas yang dapat menunjangkegiatan belajar anak, sehingga anak dapat meraih hasil belajaryang optimal.

c) Pemberian motivasi belajar

Sugihartono, dkk. (2007: 20) mengatakan bahwamotivasi merupakan suatu kondisi yang menimbulkan perilakutertentu dan memberi arah serta ketahanan pada perilakutersebut. Motivasi belajar yang tinggi dapat terlihat dariketekunan untuk mencapai kesuksesan walaupun dihadang olehberbagai hambatan. Motivasi belajar yang tinggi dapatmenggiatkan aktivitas belajar siswa. Serupa dengan hal tersebut, Abd. Rachman Abror(1993: 114) menyatakan bahwa motivasi belajar dapat diartikansebagai penggerak psikis dalam diri anak yang menimbulkankegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar danmemberikan arahan pada kegiatan belajar demi mencapai suatutujuan. Motivasi belajar juga mempengaruhi keberhasilankegiatan belajar anak.Adapun Hamzah B. Uno (2010: 3) mengatakan bahwamotivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diriseseorang untuk berusaha melakukan perubahan tingkah lakumenjadi lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pendapatsenada juga disampaikan oleh Nini Subini (2011: 22) yangmengatakan bahwa motivasi adalah dorongan yang timbul padadiri seseorang yang disadari atau tidak untuk melakukan suatutindakan dengan tujuan tertentu. Selain itu, Syaiful BahriDjamarah (2011: 148) juga mengemukakan bahwa motivasisangat diperlukan dalam kegiatan belajar, jika tidak adamotivasi untuk belajar, maka seseorang tidak akan mungkinmelakukan aktivitas belajar.Hamzah B. Uno (2010: 23) mengatakan bahwa motivasibelajar dapat tumbuh karena faktor intrinsik, berupa hasrat dankeinginan untuk belajar, serta harapan akan cita-cita.Sedangkan faktor ekstrinsiknya berupa penghargaan,lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yangmenarik. Serupa dengan hal tersebut, Syaiful Bahri Djamarah(2011: 149-152) juga membedakan motivasi menjadi duamacam, yaitu:


1) Motivasi intrinsik, merupakan motif-motif yangmenjadi aktif tanpamemerlukan adanya rangsangandari luar, karena dalam diri seseorang sudah terdapatdorongan untuk melakukan sesuatu. Bila seseorangtelah mempunyai motivasi intrinsik dalam dirinya,maka secara tidak sadar ia akan melakukan suatukegiatan tanpa memerlukan motivasi yang berasal dariluar dirinya. Motivasi intrinsik sangat diperlukan dalamaktivitas belajar. Seseorang yang mempunyai motivasiintrinsik selalu ingin maju dalam kegiatan belajar.Keinginan itu dilandasi oleh pemikiran yang positif,bahwa semua kegiatan belajar yang dilakukan sekarangakan bermanfaat bagi kehidupan di masa yang akanmendatang. Dorongan untuk belajar bersumber padakebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadiorang yang terdidik dan berpengetahuan. Maka,motivasi intrinsik muncul berdasarkan kesadarandengan tujuan esensial, bukan hanya sekedar atribut danseremonial.
2) Motivasi ekstrinsik, merupakan motif-motif yang aktifdan berfungsi karena adanya rangsangan dari luar.Motivasi intrinsik diperlukan agar anak mau belajar.Berbagai macam cara dapat dilakukan agar anaktermotivasi untuk belajar. Pujiaan, hadiah, teladanorang tua, guru dan sebagainya merupakan contoh darimotivasi ekstrinsik yang dapat membantu kegiatanbelajar anak.

d) Pemberian bimbingan pada anak

Musthafa Kamal Pasha, dkk. (2009: 315-316)mengemukakan bahwa orang tua harus berusaha secara optimaluntuk dapat mempengaruhi dan membimbing anak dankeluarga agar memiliki kepribadian yang teguh danbertanggung jawab. Mendidik anak merupakan hal yang sangatpenting karena anak merupakan amanah bagi orang tua.Kepribadian anak akan sengat bergantung pada didikan orangtuanya. Peranan orang tua dalam mendidik anak merupakankewajiban dan tanggung jawab yang mutlak untukdilaksanakan. Maka dari itu, orang tua harus mendidik anakdengan baik dan menjaganya dari pergaulan yang kurang baik.Bimbingan orang tua akan berpengaruh padaperkembangan anaknya. Reni Akbar (2004: 94) mengatakanbahwa keterlibatan langsung orang tua dalam membimbingkegiatan belajar anak dapat mempengaruhi keberhasilan anak.Bimbingan orang tua dalam kegiatan belajar anak akanmembuat anak lebih bersemangat untuk terus belajar, sehinggahasil belajar akan menjadi optimal.Bentuk perhatian orang tua tersebut akan memberikanpengaruh pada perkembangan anak. Apabila orang tua memberikanperhatian pada anak, maka anak akan berkembang dengan baik. Anakakan menjadi lebih bersemangat dan melakukan kegiatan belajarsecara rutin sehingga minat belajarnya akan berkembang dengan baik.

0 Response to "Bentuk Perhatian Orang Tua "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...