Mengembangkan Beberapa Kemampuan Anak Melalui Permainan Tradisional


Mengembangkan Beberapa Kemampuan Anak Melalui Permainan Tradisional. Di era modernisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, membuat anak anak yang sudah familiar dengan komputer dan gadget. Komputer dan gadget bukan lagi menjadi barang yang haram disentuh oleh anak anak, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi mereka. Dengan kecanggihan gadget dan semakin murahnya tarif internet, anak-anak dapat menggunakan gadget tersebut untuk bermain game atau menonton video baik secara online maupun offline.

Disadari atau tidak, semakin seringnya anak sibuk bermain game dengan gadgetnya, membuat anak menjadi antisosial. Bermain game yang berhubungan dengan matematika tidaklah keliru, karena game online untuk pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi anak dalam belajar matematika. Namun, kadang-kadang anak anak bermasalah dalam relasi sosial. Anak-anak seharusnya menghabiskan sebagian besar waktunya dengan orangtua, teman-teman atau lingkungan sekitarnya. Tidak ada yang salah ketika anak bermain game modern menggunakan gadget. Namun, agar anak tidak sampai bersifat antisosial, anak-anak perlu memainkan permainan tradisional (dapat juga diimplementasikan dalam pembelajaran matematika) yang berdasarkan beberapa penelitian terbukti dapat membentuk beberapa kompetensi anak terutama meningkatkan kecerdasan anak

Kemampuan kemampuan yang dapat diperoleh anak ketika memainkan permainan tradisional antara lain sebagai berikut.

Kemampuan berpikir

Bisa didapat dari kemampuan anak menyusun strategi. Misalnya saja jika anak bermain kelereng atau gasing, anak akan belajar untuk mengarahkan permainan dan berpikir apa yang akan terjadi.

Kemampuan motorik halus dan kasar

Dengan permainan tradisional, anak-anak sudah belajar bagaimana strategi mengutik, atau melempar kelereng lebih presisi, menaksir kecepatan kelereng dan lain-lain.

Kemampuan sosial

Melalui berbagai jenis permainan tradisional, anak jadi bisa belajar beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru. Hampir semua jenis permainan tradisional dimainkan secara bersama-sama bersama orang lain. Anak akan belajar berkomunikasi yang baik, serta melatih sportivitas dalam konsep menang kalah. Konsep ini dilatih sejak dini agar ketika dewasa, dia tidak takut dalam menghadapi hasil yang dicapai.

Kemampuan emosi

Kadang-kadang permainan tradisional dimainkan secara bergiliran. Dengan begitu, anak akan belajar untuk menunggu giliran dan melatih kesabaran. Anak juga bisa belajar mengungkapkan emosinya dengan tepat. 

Kemampuan Matematis

Banyak permainan tradisional memiliki fenomena matematis, artinya dalam permainan tersebut terdapat pola, nilai atau prosedur matematika informal yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika.Beberapa permainan tradisional yang memiliki fenomena matematis misalnya permainan tepuk bergambar yang digunakan untuk pembelajaran operasi perkalian, permainan meniup karet gelang untuk pembelajaran operasi perkalian, konsep kelipatan, bilangan bulat dan aritmetika sosial.

0 Response to "Mengembangkan Beberapa Kemampuan Anak Melalui Permainan Tradisional"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...